"Ayah adalah
yang teristimewa di dunia
sebab dari keringatnya
ia memberi tapak
untuk melangkah.”


― Abdurahman Faiz,
Nadya: Kisah dari Negeri
yang Menggigil







Peran Ayah dari Zaman ke Zaman

Selama berabad-abad, ayah berperan sebagai pencari nafkah bagi keluarga, sedangkan ibu bertindak sebagai pengasuh anak dan penata rumah tangga. Pembagian peran ini mulai bergeser ketika semakin banyak kaum perempuan yang bekerja dan mendapatkan kemerdekaan finansial.

Berdasarkan survei NYC Dad Group kepada 700 ayah di New York, peran ayah terhadap kehidupan anak dari zaman ke zaman adalah:

Sebelum tahun 1970-an:

• Ayah tidak diperbolehkan cuti setelah bayi lahir
• Ayah tidak boleh menemani proses persalinan
• Ayah hanya bermain dengan anak 3 - 6 jam pada hari kerja

Setelah tahun 1970-an:

• Ayah melakukan pekerjaan rumah tangga rata-rata 10 jam dalam seminggu
• Ayah bermain dengan anak selama 9 - 18 jam pada hari kerja

Mengapa Para Ayah Baru Kurang Terlibat dalam Kehidupan Anak

Menjadi ayah adalah tantangan bagi kaum pria. Tak jarang para ayah baru merasakan berbagai ketakutan saat:

Generic placeholder image

• Bayi menangis

Menurut penelitian di Eastern Virgnia Medical School, 25% ayah baru mengalami depresi akibat tangisan bayi hingga si bayi berusia 6 bulan

Generic placeholder image

• Kesehatan bayi terganggu

Sabiha Siddiqui, dokter anak di Florida Hospital Orlando, mengatakan, banyak ayah khawatir terhadap keselamatan bayi yang dipicu oleh gangguan napas, tidur, hingga makanan bayi.

Generic placeholder image

• Keuangan keluarga terancam

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics mengungkapkan, 68% ayah mengalami kekhawatiran dalam keuangan keluarga.

Generic placeholder image

• Tidak mampu membangun kedekatan dengan anak

Dalam Buku The Expectant Father: Facts, Tips, and Advice for Dads-to-Be karya Armin A.Brott, ayah sering takut anak tidak merespons interaksi yang diberikan, dan gagal membangun ikatan batin dengan bayi.

Efek Pengasuhan Ayah terhadap Anak per Tahapan Usia

Generic placeholder image

Bayi:

Bayi yang pada 6 bulan pertama kerap mendapatkan perawatan dari ayah terbukti memiliki perkembangan motorik yang lebih baik. Ayah dapat melakukan stimulasi untuk merangsang kecerdasan anak (Anne Gracia, praktisi Neurosains)

Generic placeholder image

Batita:

Ayah yang meluangkan waktu untuk bermain dengan anak berusia 0 - 2 tahun dapat membantu perkembangan sensor motoriknya (Naomi Soetikno, MPd, Psi)

Generic placeholder image

Balita:

Anak yang merasakan pengasuhan dari ayah akan mampu mengatur emosi, percaya diri, dan mampu membangun relasi sosial yang baik (Ditta M. Oliker, PhD, psikolog)

Pengaruh Kedekatan Ayah terhadap Anak Laki-laki dan Perempuan

Anak Perempuan:

Membentuk keyakinan diri, citra diri, kepercayaan diri, dan pandangan anak perempuan terhadap laki-laki (Michael Austin, profesor filsafat dari Eastern Kentucky University).

Anak Laki-laki:

Membantu mengekspresikan emosi mereka sebagai sosok laki-laki, melakukan kekuatan fisik, dan menghargai orang lain terutama kaum perempuan (Noel Janis-Norton, pakar pengasuhan anak dan pendiri The New Learning Center, London)

Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

Dalam bukunya, Fatherneed: Why Father Care is as Essential as Mother Care for Your Child, Dr. Kyle D. Pruett mengungkapkan peran ayah dalam pendidikan anak:
• Meningkatkan kecerdasan (IQ), kemampuan bahasa, dan kapasitas kognitif anak.
• Menyiapkan anak secara mental untuk menghadapi suasana sekolah.
• Membantu anak memasuki tahapan usia sekolah dengan lebih tenang, dan mengurangi risiko mengalami depresi.

Peran Ayah dalam Kesehatan
Ibu dan Anak

Menurut UNICEF, peran ayah dalam kesehatan ibu dan anak sangat penting, khususnya dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
• Keterlibatan ayah dapat meningkatkan kemungkinan ibu mendapatkan perawatan pra-persalinan pada trimester pertamanya hingga 40% dan mengurangi konsumsi rokok ibu hamil hingga 36% (Martin, McNamara, Milot, Halle, Hair, 2007).

• Tingkat kesuksesan ibu menyusui ASI eksklusif adalah sebesar 98% jika ayah mengetahui informasi seputar menyusui (Jurnal Clinical Pediatrics).

• Para ayah yang selalu mendampingi ibu saat kontrol kehamilan lebih besar kemungkinannya untuk terlibat dalam kegiatan ayah dan anak kelak (Vogel, Boller, Faerber, Shannon, Tamis-LeMonda, 2003)

Jika Ayah Tidak Berperan dalam Pengasuhan Anak

Seorang anak mungkin saja memiliki orangtua lengkap, namun jika ayah tidak turut berperan dalam perkembangan dan kehidupannya, risiko ini bisa terjadi:

Generic placeholder image

• Masalah perilaku pada anak

Berdasarkan penelitian dari Father Involvement Intiative, peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu dalam mengasuh, melindungi dan memberikan contoh bagi perilaku anak. Anak yang tidak mendapatkan peran ayah dalam pengasuhan cenderung memiliki masalah perilaku.

Generic placeholder image

• Kemampuan akademik anak di bawah rata-rata

Penelitian dari Children’s Psychiatric Hospital di University of Michigan mengungkapkan tiga dampak negatif dari ketiadaan peran ayah dalam hidup anak: 63% anak mengalami masalah psikologis seperti gelisah, sedih, perubahan suasana hati, fobia, dan depresi. Sebanyak 56% anak memiliki kemampuan akademik di bawah rata-rata, dan 43% anak memiliki sikap agresi terhadap orangtua.

Ayah yang Turut Mengasuh Anak akan Lebih Bahagia

Dalam Jurnal American Sociological Review disebutkan, secara umum ayah akan lebih bahagia dua kali lipat dibanding ibu jika dirinya terlibat dalam pengasuhan anak.
• Ayah yang terbiasa mengasuh anak akan belajar tidak membesar-besarkan hal kecil. Mereka juga lebih terlibat secara emosional, meskipun lelah secara fisik.
• Para ayah menjadi lebih percaya diri, tidak lagi merasa sekadar sebagai pengganti ibu, tetapi sebagai orangtua dengan hak-hak dan prinsip pengasuhan sendiri.
• Ayah menjadi lebih memahami kesulitan para ibu. Sedangkan para istri merasa suami mereka menjadi lebih sabar, tidak hanya pada anak tetapi juga pada istri.

(Dr. Kyle Dr. Pruett, Yale Child Study Center, New Haven, Connecticut)

Ayah Kunci Keluarga Sejahtera

Selain untuk memenuhi kebutuhan finansial, kehadiran ayah dalam rumahtangga juga sangat dibutuhkan untuk:

Generic placeholder image

• Mengenalkan norma sosial dan agama

• Menjadi contoh dalam berperilaku

• Membuat keputusan untuk kepentingan seluruh keluarga

• Melindungi keselamatan anggota keluarga

Hak-hak Ayah

Menyadari semakin besarnya peran ayah dalam perkembangan dan kehidupan anak, kini para ayah menuntut adanya hak-hak khusus, yaitu:

Mendapatkan cuti saat istri melahirkan

Berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan, jika istri melahirkan, suami memperoleh hak untuk tidak melakukan pekerjaan dan tetap dibayar selama 2 (dua) hari (Pasal 93 ayat [4] huruf e).

Di Aceh, para ayah yang bekerja sebagai PNS mendapatkan cuti melahirkan selama 7 hari, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 49 Tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif.

Pada 2016, Ayahada.com membuat petisi yang berisi tuntutan kepada pemerintah untuk memberikan cuti ayah untuk kelahiran anak secara resmi, minimal 2 minggu.

Menemani istri saat proses melahirkan

Menurut penelitian The Fatherhood Institute di Inggris, waktu persalinan akan semakin singkat dan rasa sakit berkurang jika para suami menemani istri melahirkan.

Memiliki waktu bermain bersama anak

Studi dari University of London mengungkapkan waktu bermain ayah bersama anak terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada 1970-an waktu bermain ayah dan anak hanya 5 menit per hari, sementara pada 2000-an waktunya meningkat menjadi 35 menit per hari.

Merayakan Peran Ayah pada Hari Ayah Nasional